Kamis, 19 Maret 2009

Unsur hara tanah

Unsur hara tanah
Unsur hara mikro adalah unsur hara yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah banyak (> 500 ppm). Kekurangan unsur hara makro dapat menimbulkan gejala defisiensi pada tanaman, tidak bisa digantikan oleh unsur hara makro lain. Unsur hara makro diperlukan tanaman > 10 mmol per berat kering tanaman, sedangkan unsur hara mikro kurang dari 10 mmol per berat kering tanaman. Macam-macam unsur hara makro diantaranya:
1. Hidrogen
Unsur hara ini diserap tanaman melalui air dalam bentuk senyawa CO2yang berfungsi sebagai penyusun senyawa organik diantaranya pada protein, asam lemak ( jenuk atau tidak jenuh), DNA dan RNA. Mengel dan Kirkby (1987) menganggap bahwa air merupakan hara tanaman seperti CO2, NH4. air yang digunakan dalam proses foto sintesis sekitar 0,01% dari seluruh keperluan air yang digunakan oleh tanaman. Air selain terlibat dalam proses foto sintesis juga berefungsi sebagai pelarut senyawa organik, anorganik, gula, pengangkut hara tanaman, reaksi biokimia, dan hidrasi sel.
2. Karbon
Karbon juga berfungsi dalam penyusunan senyawa organik, diserap tanaman melaui daun dalam bentuk ion H+ dan H2O. Tanaman mengmabil hara karbon dari udara bebas. Kegiatan ini dilakukan oleh tanaman yang punya klorofil, klorofil mampu menyerap cahaya menjadi energi kimia yangkemudia diubah menjadi CO2 dan karbohirat.
3. Oksigen
Sebagai penyusun senyawa organik diserap tanaman dalam bentuk ion O2 melalui daun tanaman
4. Nitrogen
Merupakan penyusun asam amino, protein , enzim, klorofil, auxsin, fitohormon dan alkoloid yang terdapat pada DNA, RNA dan asam nukleat. Diserap tanaman dalam bentuk ion NH4+ dan NO3- . nitrogen merupakan hara penting untuk pertumbuhan tanaman. Kadar rata-rata dalam tanaman 2-4% berat kering tanaman. Dalam tanah akandungan nitrogen sangat berfariasi tergantung pada pengelolaan dan penggunaan tanah tersebut. Tanah lahan kering umumnya menyerap ion nitrat nitrogen lebih besar dibanding dengan ion NH4-. Sedangkan pada pH netral relatif sama. Pemupukan nirogen akan meningkatkan produksi tanaman, kadar protein, selulosa, tetapi menurunkan kadar sukrosa dan pati. Penggunaan pupuk yang mengandung nitrogen berlebihan akan memanjangkan fase vegetatif tanaman, tetapi hal ini dapat dikurangi dengan Cholo Choline Chloride (CCC = cycocel). Menurut Yoshida (1969). Pemupukan nitrogen dibawah optimal menyebabkan naiknya asinilasi amonia dan kadar protein dalam daun, namun dapat menghambat pertumbuhan akar. Dan tanamn mudah rebah karena luas permukaan akar menjadi lebih sempit. Menurut Hekl, et al (1972). Pemupukan nitrogen terlalu tinggi menyebabkan penurunan kualitas tanaman karena menurunkan kadar karbohidrat tanaman tersebut. Pupuk nitrogen juga berpengaruh pada kandungan kimia tanaman, kenaikan kadarnitrogen akan menurunkan karbohidrat tanaman. Untuk menetahui status hara tanaman dapat dilakukan analisa tanaman berupa jaringan daun dan tangkai.
5. Kalium
Perannya dalam tanaman untuk mengatur keluar masuknya zat, mengatur enzim respirasi, foto sintesis protein dan pati, glikolisis dan osmose sel tanaman. Diserap tanaman dalam bentuk ion K+. Kalium termasuk unsur yang mobil dalam sel atau jaringan tanaman, xylem dan phloem. Kalium banyak terdapat pada sitoplasma, kloroplasm. Umumnya kalupenyerapan kalium terlalu tinggi maka penyerapan Ca, Na, Mg turun. Bila tanaman kekurangan kalium maka akan terjadi akumulasi karbohidrat, menurunkan kadar pai, dan akumulasi senyawa nitrogen dalam tanaman.
Fungsi kalium adalah
a.Pengembangan sel dan pengatur tekanan osmose sel
b.Membentuk dan mengangkut karbohidat
c.Sebagai katalisator alam pembentukan protein
d.Menetralkan reaksi dalam sel
e.Mengatur pergerakan stomata
f.Biji tanaman menjadi lebih berisi dan padat
g.Meningkatkan kualitas buah karena bentuk, kadar gula, dan warna lebih menarik
h.Lebih tahan terhadap hama penyait
i.Perkembangan akar tanaman
6. Kalsium
Diserap tanaman dalam bentuk ino Ca2+, perannya adalah penyusun lamela tangah, penghubung antar sel, aktifator enzim pada selaput sel. Kalsium paling banyak terdapat pada dinding sel,, lamela tangah. Pada tanaman dikotil yang mempunyai KTK tinggi dan terutama pada kadar Ca2+ rendah. Pada saat pertumbuhan daun mengkonsumsi kalsium dalam kadar tinggi atau saat intensitas cahaya matahari tinggi dan umumnya menjadi kalsium pekat. Kalsium berpengaruh pada kualitas buah, kekurangan kasium pada buah akan terjadi nekrotik bila berkembang lanjut akan terjadi alur kecil (bitter pit). Pada buah tomat khusunya akan terjadi benjolan tidak rata, untuk menghilangkan gejala tersebut maka pada saat berbunga kebutuhan kalsium supaya terpenuhi.
7. Magnesium
Diserap tanaman dalam bentuk ino Mg2+. Berfungsi sebgai penyusun klorofil, aktifator enzim pada ribosom,kloroplas dan foto sintesa. Magnesium termasuk unsur mobil. Kadar magnesium dalam tanaman sekitar 0,5%, relatif rendah jika dibandingkan dengan kadar kalium dan kalsium. Makin tinggi penyerapan kalium, maka penyerapan magnesium makin rendah. Pada tanaman peranan magnesium sangat vital diantaranya mengaktifkan enzim yang berkaitan dengan metabolisme karbohidrat, enzim pernafasan, dan sebagai katalisator, kofaktor dan menyusun protein. Tanaman yang kekurangan magnesium akan terhenti penyusunan RNA, terhambatnya penyusunan protein dan molekul klorofil. Gejala defisiensi pada tanaman menunjukkan klorosis diantara tulang daun tua, jika berjalan terus maka tanaman akan kering dan mati.
8. Phorporus
Diserap tanamn dalam bentuk ino H2PO4- dan HPO42-. Perananya sebagai penyusun ATP, ADP, NADP, asam nukleat, pospolipid pada membran sel membentuk gula pospat. Pospor dalam tanah dibedakan menjadi pospor organik dan anorganik. Pospor organik berasal dari bahan organik yang mengalami dekomposisidan melepaskan pospor kedalam larutan tanah. Sedangkan yang anorganik terdapat dengan beberapa ikatan seperti Al, Fe, Ca, dan Mn. Peranan unsur pospor dapat mempercepat masaknya buah, mendorong pertumbuhan akar. Kekurangan unsur pospor dapat menyebabkan volume jaringan tanaman kecil dan warna lebih gelap.
9. sulfur
Diserap tanaman dalam bentuk ino SO42+. Perannya pada tanamn adalah penyusun asam amino (sistin dan sistein), protein, penyususjn vitamin (tiamin dan biotin), penyusun koenzim. Mineral sulfur dalam tanah misalnya; NaSO4, MgSO4, FeS, ZnS dan H2S. Pemupukan sulfur terus-menerus menyebabkan reaksi dalam tanah menjadi lebih asam (pH rendah), sehingga menyebabkan Mn dan Al meningkat. Sulfur berperan dalam penyusunan CoA, vitamin, biotin, dan tiamin. Kekurangan sulfur pada tanaman menyebabkan tertimbunya asam amino pada jaringan tanaman, daun mengalami klorosis, pada tanaman legum kekurangan sulfur menyebabkan bintil akar berkurang, menghambat penyusunan protein, kadar asam amino berkurang, ujung tanaman menebal (crimping).
Fungsi hara tanaman tidak dapat digantikan oleh hara yang lain dan apabila tidak terdapat suatu hara tanaman, maka kegiatan metabolisme akan trganggu atau terhenti sama sekali. Tanaman yang kekurangan unsur hara akan menampakkan gejala kekahatan. Gejala ini akan hilang kalau hara tanaman di tambahkan kedalam tanah atau lewat daun. Untuk mengetahui hara tanaman didalam tanah perlu dilakukan analisa tanah dan tanaman.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar